Langsung ke konten utama

Harapan Setelah Lulus Kelas Matrikulasi?




IIP? Apa itu IIP? Mungkin itu yang ada di benak saya ketika ditawari bergabung? Tujuan awal bergabung di grup Foundy IIP 2 tahun yang lalu adalah sekedar untuk menambah kawan baru setelah sempat hijrah ikut suami tercinta ke kota lumbung padi. IIP (Institut Ibu Profesional) merupakan komunitas para wanita yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan anak dan keluarga. Ketika seorang wanita telah menikah maka dia akan menjadi “madrasah pertama” bagi anak-anaknya, dan tidak ada “sekolah” untuk menjadi seorang Ibu, maka dari itu dengan adanya IIP ini sangat membantu bagi para Ibu ingin ber "sekolah". Saya sendiri adalah seorang Ibu dengan 2 orang anak, tetapi saya merasa saat ini ilmu yang saya miliki untuk menjalankan peran sebagai seorang Ibu belum terstruktur dan masih sangatlah kurang. Alasan utama itulah yang membuat saya akhirnya memberanikan diri bergabung ke kelas matrikulasi IIP di batch 5 ini, karena saya benar-benar diliputi rasa penasaran yang sangat mendalam terhadap pembelajaran yang ada di IIP.

Kelas matrikulasi ini bisa disebut sebagai kelas awal dimana semua peserta akan disamakan frekuensi-nya dalam membentuk visi dan misi keluarga dan kelas ini menjadi dasar pengenalan mengenai kurikulum IIP, kalau saat saya kuliah S-1 ini disebut TPB (Tahap Persiapan Bersama). Adapun materi yang akan diberikan selama kelas matrikulasi adalah:
1. Prolog : Adab Menuntut Ilmu
2. [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
3. [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah
4. [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani
5. [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga
6. [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar
7. [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari
8. [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup
9. [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan

Saya pribadi berharap dapat menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan selama 9 minggu perkuliahan. Aaamiinn. Setelah selesai kelas matrikulasi, harapan saya dapat lebih jatuh cinta lagi kepada IIP sehingga saya dapat terus meng-upgrade prbadi saya untuk menjadi seorang istri serta ibu yang dirindukan oleh anak-anak melalui tingkatan kelas-kelas yang ada di IIP.

Bismillah semangat masuk kelas matrikulasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bismillah,, setelah minggu lalu mencoba mencerna materi keempat mengenai “mendidik dengan kekuatan fitrah”, maka sekarang saatnya untuk mengerjakan tugas yang benar-benar nice banget. Saking nice- nya hingga membuat pikiran ini benar-benar terkuras idenya.   Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai? Merajuk pada NHW #1 bahwasanya saya memilih jurusan manajemen emosi di Universitas Kehidupan, dan setelah saya telaah lebih jauh ternyata manajemen emosi itu terlalu spesifik. Maka dari itu saya mengubah jurusan menjadi “Ilmu Parenting”, dimana manajemen emosi menjadi salah satu mata kuliah dari Jurusan tersebut. Selain itu, bidang lain yang saya ingin kuasai adalah “literasi” atau kemampuan membaca dan menulis, karena saya ingin meninggalkan jejak karya dengan sebagai maksud berbagi ilmu k...

NHW#6 LEARN TO BE A RELIABLE FAMILY MANAGER

Bismillah, setelah mencerna materi minggu keenam ini mengenai belajar menjadi manajer keluarga handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.   Menurut tim matrikulasi IIP, Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita, kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik. Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja di rumah? a. Apakah masih “ASAL KERJA”, menggugurkan kewajiban saja? b. Apakah didasari sebuah “KOMPETISI ”, sehingga selalu...

Komunikasi Produktif Day 1

Tantangan Level 1 BunSay Komunikasi Produktif Day 1 Alhamdulillah, akhirnya tantangan pertama kelas bunda sayang (bunsay) dimulai. Setelah materi mengenai komunikasi produktif kepada pasangan dan anak diberikan, kami pun diberikan tantangan untuk berkomunikasi secara produktif kepada suami atau anak selama 10 hari kedepan. Berikut merupakan poin komunikasi produktif kepada pasangan dan ke anak-anak:   Tantangan kali ini saya memilih untuk komunikasi produktif ke pasangan/suami, karena saya merasakan komunikasi yang kami lakukan selama ini belum produktif meskipun pernikahan kami sudah berusia 10 tahun. Saya dan suami jarang berkomunikasi secara langsung meskipun setiap hari bertemu, hal ini disebabkan oleh kesibukan suami di ranah publik dan juga kesibukan saya di ranah publik serta domestik. Komunikasi produktif dengan suami saya anggap penting karena saya percaya dibalik kebahagiaan dan hubungan yang...