Analisis Pekerjaan
Latar Belakang
Pekerjaan dapat diibaratkan sebagai penghubung antara
karyawan dengan organisasi, dimana kebutuhan organisasi akan SDM timbul akibat
adanya lowongan pekerjaan. Langkah awal dalam manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM) adalah mendapatkan orang-orang untuk mengisi orgnisasi. Dalam suatu
organisasi, pekerjaan mencari orang-orang tersebut diserahkan pada spesialis
personalia.
Langkah penting yang perlu dilakukan sebelum rekrutmen
karyawan adalah menentukan jenis dan kualitas karyawan yang diinginkan oleh
masing-masing jabatan. Metode yang umumnya digunakan untuk menentukan jenis
atau kualitas tenaga kerja yang diperlukan disebut analisis pekerjaan (job analysis).
Menurut Handoko (1985:20),
analisis pekerjaan adalah suatu proses sistematis mengumpulkan, mengevaluasi
serta mengorganisasi informasi tentang perancangan pekerjaan, pemahaman
pekerjaan dan persyaratan hubungan di antara pekerjaan.
Analisis pekerjaan
dilaksanakan pada saat 3 situasi ini terjadi:
- Ketika organisasi didirikan dan program
analisis pekerjaan di mulai untuk pertama kalinya
- Ketika terciptak pekerjaan-pekerjaan baru
- Ketika pekerjaan berubah secara signifikan
akibat adanya teknologi, metode, prosedur atau sistem baru.
Fungsi
analisis pekerjaan:
- Menetapkan dasar pemberian
kompensasi
- Mengevaluasi faktor‐faktor lingkungan yang mempengaruhi pekerjaan
- Menghilangkan persyaratan‐persyaratan kerja yang menyebabkan diskriminasi pekerjaan‐pekerjaan individual.
- Merencanakan kebutuhan
pengadaan sumberdaya manusia untuk waktu yang akan datang
- Memadukan lamaran‐lamaran dengan kualifikasi yang ada.
- Meramalkan dan menentukan
kebutuhan latihan bagi karyawan baru dan lama serta mengembangkan karyawan
yang potensial.
- Menetapkan standar
prestasi kerja yang realist.
- Menetapkan karyawan sesuai
dengan kemampuan dan keterampilannya.
- Membantu revisi struktur
organisasi dan memperbaiki aliran kerja
- Orientasi karyawan
Tahap‐tahap analisis pekerjaan yaitu :
- Persiapan awal :
Ada dua hal yang harus dipersiapkan dalam hal ini,
yaitu identifikasi pekerjaan dan penyusunan daftar pertanyaan. Proses
identifikasi pekerjaan tergantung besar kecilnya perusahaan. Dalam perusahaan
kecil proses indentifikasinya lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan yang
besar, sebab dalam perusahaan kecil identifikasi pekerjaan dapat disusun atas
dasar bagan organisasi, catatan pembayaran upah, penyelia dan lain sebagainya.
Tahap selanjutnya adalah pemutusan tentang informasi yang diperoleh agar
memberikan hasil yang berguna, untuk itu perlu disusun daftar pertanyaan yang
isinya mencakup status dan identifikasi pekerjaan, fungsi, tugas, tanggung
jawab, karakteristik, dan kondisi pekerjaan serta standar prestasi kerja
lainya.
- Pengumpulan data :
Sebagai tindak lanjut dari analisis pekerjaan. Ada llima teknik cara pengumpulan
data, yaitu:
a.
Obsevasi
b.
Wawancara
c.
Kuesioner
d.
Logs
(terdiri dari catatan yang disimpan karyawan pelaksana)
e.
Kombinasi
- Penyempurnaan data :
Dari data yang diperoleh lalu dipisah‐pisahkan untuk memperoleh data yang relevan, yang
untuk selanjutnya siap digunakan dalam berbagai bentuk seperti deskripsi
pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan standar‐standar
pekerjaan.
Aplikasi dari informasi yang
dihasilkan oleh analisis pekerjaan:
- Penyusunan
uraian pekerjaan
- Merumuskan spesifikasi
tenaga kerja untuk menjalani pekerjaan.
- Menetapkan standar
prestasi kerja
- Menciptakan sistem
informasi sumber daya manusia
Karyawan menjadi fokus utama dalam
suatu organisasi sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengmbangkan kemampuan
anggota organisasi, diantaranya adalah dengan kegiatan analisis pekerjaan.
Tentunya tidaklah mudah bagi suatu organisasi dalam melakukan analisis
pekerjaan, diperlukan langkah serta teknik untuk dapat mengetahui tentang suatu
posisi pekerjaan tersebut. Karena itu, maka dalam menganalisis pekerjaan harus
memperhatikan berbagai aspek dan faktor yang terkait dengan pekerjaan tersebut.
Kasus yang muncul di Direktorat
Politeknik LP3I Jakarta tempat saya bekerja adalah ketidaksesuaian antara kompetensi
yang dimiliki dengan penempatan posisi kerja, hal ini karena belum adanya
analisis pekerjaan.
Kesimpulan
Analisis pekerjaan merupakan proses
mencari informasi sampai dengan analisis untuk penyususunan uraian pekerjaan dan
spesifikasi pekerjaan atau persyaratan apa/siapa dari masing-masing jenis
pekerjaan harus dikerjakan. Manfaat analisis pekerjaan antara lain: penarikan,
seleksi dan penempatan karyawan, sebagai petunjuk dasar dalam menyusun program
latihan dan pengembangan, menilai kinerja/pelaksanaan kerja, memperbaiki cara
kerja karyawan, dan merencanakan organisasi agar memenuhi syarat/memperbaiki
struktur.
Dari
berbagai manfaat tersebut dengan adanya analisis pekerjaan maka mencapai tujuan dari
organisasi yang tercantum dalam visi dan misi organisasi. Untuk itu setiap
organisasi diusahakan dapat menjalankan analisis pekerjaan minimal 3 tahun
sekali.
DAFTAR
PUSTAKA
Handoko, T. Hani. 1985.
Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Ed.1. Liberty, Yogyakarta.
Sastrohadiwiryo, Bejo Siswanto, 2003.
Manajemen Tenaga kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional,
PT.Bumi Aksara, Jakarta
Komentar
Posting Komentar