Langsung ke konten utama
Perencanaan dan Rekrutmen SDM

Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi langkah yang dapat dikategorikan penting dalam suatu organisasi, karena dengan perencanaan SDM maka organisasi akan mengetahui kebutuhan kuantitas dan kualitas  (kompetensi yang dimiliki) SDM di masa yang akan datang.

Setelah diadakan perencanaan SDM, dan analisis serta klasifikasi pekerjaan, maka langkah berikutnya adalah melaksanakan rekrutmen. Mencari karyawan yang profesional sekaligus berkualitas tidaklah mudah dan menjadi kewajiban suatu organisasi untuk melakukan proses penyaringan terhadap calon karyawan. Rekrutmen sendiri merupakan salah satu proses yang dapat menentukan baik atau tidaknya calon karyawan.
Langkah pertama dari fungsi manajemen adalah perencanaan, ini menunjukkan bahwa perencanaan memiliki peranan yang sangat penting. Begitu pula peranan penting yang dimiliki oleh perencanaan rekrutmen, karena menolak penerimaan karyawan lebih sulit daripada melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Terlalu banyak pertimbangan baik dari segi kepegawaian maupun emosional yang terlibat dalam PHK, sehingga PHK selalu menjadi pilihan terakhir.

Menurut Handoko (1985:36), perencanaan sumberdaya manusia merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.


Tujuan dan perencanaan karyawan secara umum dikelompokkan menjadi 2 tujuan, yaitu: mencari jumlah karyawan yang tepat dan kualitas karyawan yang sesuai dengan kebutuhan. Jumlah karyawan berlebih hanya menjadi beban bagi perusahaan karena harus membayar gaji berlebih pula, sementara jika jumlah kurang maka akan menimbulkan gangguan irama kerja perusahaan. Demikian pula dengan kualitas, jika kualitas kemampuan karyawan di bawah kebutuhan hanya menimbulkan beban berat bagi perusahaan. (Achmad, 2007:43)

Proses SDM selanjutnya setelah perencanaan adalah rekrutmen. Simamora (2008:170) mendefinisikan bahwa rekrutmen adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan karyawan. Aktivitas rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari dan berakhir pada saat lamaran.

Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin calon pelamar sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerjaan yang dianggap memenuhi standar kualifikasi. Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan lamaran oleh pelamar. Alasan dilaksanakan rekrutmen pada suatu organisasi adalah:
1.      Berdirinya organisasi baru
  1. Adanya perluasan kegiatan organisasi
  2. Terciptanya pekerja dan kegiatan baru

Sumber-sumber yang paling sering digunakan organisasi untuk mendapatkan karyawan:
  1. Iklan
  2. Kantor penempatan kerja
  3. Sumber dari dalam perusahaan sendiri
  4. Rekomendasi dari karyawan yang sudah bekerja sebelumnya
  5. Lembaga pendidikan
  6. Lamaran yang masuk
  7. Leasing (kontrak)
  8. Serikat pekerja
  9. Merekrut dari perusahaan lain

Teknik rekrutmen dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: teknik sentralisasi dan teknik desentralisasi. Setiap organisasi memiliki wewenang sendiri dalam menentukan penggunaan  teknik rekrutmen berdasarkan keadaan organisasi, kebutuhan dan jumlah calon karyawan yang hendak direkrut.

Kendala-kendala yang dihadapi oleh organisasi ketika melaksanakan proses rekrutmen yaitu: organisasi yang bersangkutan sendiri, kebiasaan mencari tenaga kerja sendiri, dan faktor-faktor eksternal yang bersumber dari lingkungan dimana organisasi bergerak
   
Pada bab terakhir ini, penulis akan menyimpulkan beberapa hal terkait uraian diatas:
  1. Perencanaaan SDM merupakan langkah awal yang dapat menambah kuat daya saing organisasi terhadap organisasi lainnya. Suatu  perencanaan akan  membantu pimpinan organisasi dalam rangka memaksimalkan SDM yang ada, sehingga organisasi akan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, dengan perencanaan yang baik suatu organisasi akan mampu merekrut  karyawan yang benar-benar dibutuhkan, baik secara kuantitatif atau kualitatif yang dilakukan pada waktu yang tepat. Ketepatan dalam menentukan jumlah, kualitas dan waktu penarikannya serta didukung oleh penempatan yang tepat, maka mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi.

  1. Proses rekrutmen yang tepat dan memenuhi syarat dalam suatu organisasi  ditentukan oleh faktor dari dalam dan luar organisasi. Setiap organisasi memiliki wewenang sendiri dalam menentukan penggunaan  teknik rekrutmen berdasarkan keadaan organisasi, kebutuhan dan jumlah calon karyawan yang hendak direkrut.

DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T. Hani. 1985. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Ed 1. Yogyakarta: Liberty.

Simamora, Hendry. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ed 3. Yogyakarta: STIE YKPN.

Zaenuddin, Achmad. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ed 2. Jakarta: Mitra Wacana Media. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bismillah,, setelah minggu lalu mencoba mencerna materi keempat mengenai “mendidik dengan kekuatan fitrah”, maka sekarang saatnya untuk mengerjakan tugas yang benar-benar nice banget. Saking nice- nya hingga membuat pikiran ini benar-benar terkuras idenya.   Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai? Merajuk pada NHW #1 bahwasanya saya memilih jurusan manajemen emosi di Universitas Kehidupan, dan setelah saya telaah lebih jauh ternyata manajemen emosi itu terlalu spesifik. Maka dari itu saya mengubah jurusan menjadi “Ilmu Parenting”, dimana manajemen emosi menjadi salah satu mata kuliah dari Jurusan tersebut. Selain itu, bidang lain yang saya ingin kuasai adalah “literasi” atau kemampuan membaca dan menulis, karena saya ingin meninggalkan jejak karya dengan sebagai maksud berbagi ilmu k...

NHW#6 LEARN TO BE A RELIABLE FAMILY MANAGER

Bismillah, setelah mencerna materi minggu keenam ini mengenai belajar menjadi manajer keluarga handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.   Menurut tim matrikulasi IIP, Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita, kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik. Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja di rumah? a. Apakah masih “ASAL KERJA”, menggugurkan kewajiban saja? b. Apakah didasari sebuah “KOMPETISI ”, sehingga selalu...

NHW #1 Adab Menuntut Ilmu

Bismillah, Materi pertama di kelas matrikulasi IIP Batch 5 ini adalah mengenai “Adab Menuntut Ilmu”, kelas dibuka dengan penyampaian materi , dilanjutkan dengan diskusi selama  1 jam setiap malam dan diakhiri dengan NHW ( Nice Home Work ). Menurut Tim matrikulasi IIP, menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan pada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan. Beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai NHW materi Adab Menuntut Ilmu adalah sebagai berikut; 1.     Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di Universitas Kehidupan ini Jurusan ilmu yang akan saya tekuni di Universitas Kehidupan ini adalah ilmu dalam mengelola emosi, khususnya emosi negatif.  Mengelola emosi negatif bagi saya tidaklah mudah, baik emosi terhadap suami, anak, bahkan orang lain yang terkadang berbicara menyinggung perasaan saya. Harapan saya, emosi nega...