TINJAUAN PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN
PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI PAKET POS
JAKARTA TIMUR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bertitik tolak dari pentingnya pelaksanaan bauran pemasaran jasa dalam rangka memenangkan persaingan, maka perlu dilakukan penulisan berkenaan pada pelaksanaan
bauran pemasaran
yang dilakukan pada PT. Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur
agar dapat
bersaing terhadap perusahan-perusahaan lain yang bergerak di bidang jasa khususnya pengiriman paket.
Memperhatikan
berbagai kemungkinan yang ada dan dihubungkan dengan kondisi keadaan pasar,
maka suatu perusahaan berusaha agar bauran pemasarannya yang diterapkan dapat
berjalan dengan baik dan tepat tujuan yang diinginkan perusahaan. PT. Pos
Indonesia (Persero) yang merupakan perusahaan yang salah satu sektor bisnisnya
yaitu bisnis logistik khususnya layananan pengiriman paket menghadapi
persaingan yang ketat dari perusahaan jasa titipan baik perusahaan local
seperti TIKI, JNE, FEDEX dan lain-lain.
Dalam uraian
latar belakang permasalahan tersebut penulis
merasa perlu
untuk
mengkaji lebih mendalam tentang bagaimana pelaksanaan
bauran
pemasaran pada
PT.
Pos
Indonesia. Hal tersebut
mendorong
penulis
untuk melakukan
penelitian untuk laporan tugas akhir dengan judul
“TINJAUAN PELAKSANAAN
BAURAN PEMASARAN PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI PAKET POS JAKARTA TIMUR.”
1.2. Rumusan Masalah
Penulis membuat rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa
yang dimaksud dengan tinjauan pelaksanaan?
2. Apa
yang dimaksud dengan pemasaran?
3. Bagaimana
tinjauan pelaksanaan bauran pemasaran pada PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi
Paket Pos Jakarta Timur?
4. Apa
saja kendala yang dihadapi oleh Divisi Paket Pos dalam pelaksanaan bauran
pemasaran?
5. Apa
saja solusi yang dilakukan Divisi Paket Pos terhadap kendala yang terjadi ?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Untuk
mengetahui definisi tinjauan pelaksanaan
2. Untuk
mengetahui definisi pemasaran
3. Untuk
mengetahui tinjauan pelaksanaan bauran pemasaran pada PT. Pos Indonesia
(Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur
4. Untuk
mengetahui kendala yang dihadapi oleh Divisi Paket Pos dalam pelaksanaan bauran
pemasaran
5. Untuk
mengetahui solusi yang dilakukan Divisi Paket Pos terhadap kendala yang terjadi
1.4. Metode Penulisan
Metode
penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah observasi ke
PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos dan studi pustaka.
1.5. Sistematika Penulisan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
1.2. Rumusan
Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Metode
Penulisan
1.5. Sistematika
Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Definisi Tinjauan
Pelaksanaan
2.2. Definisi
Pemasaran
2.3. Tinjauan pelaksanaan bauran pemasaran pada PT.
Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket
Pos Jakarta Timur
2.4 Kendala
yang dihadapi oleh Divisi Paket Pos dalam pelaksanaan bauran pemasaran
2.5 Solusi
yang dilakukan Divisi Paket Pos terhadap kendala yang terjadi
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Tinjauan Pelaksanaan
Tinjauan adalah Suatu proses pengumpulan, penganalisaan, objek dengan menggunakan alat-alat
yang
ada untuk
mencapai
suatu hasil yang kemudian dilaporkan atau dijelaskan secara objektif (apa adanya) dari hasil yang kita peroleh. Menurut “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, Desi Anwar (2005 : 553). Tinjauan menurut
KBBI. web. id (pencarian kamus besar
bahasa
Indonesia online)
tinjau artinya menyelusuri, memperhatikan, mengawasi dan
meneliti suatu hal. Sedangkan tinjauan dalam pelaksanaan berarti memperhatikan, mengamati, pelaksanaan objek yang diteliti. Dengan meninjau berarti kita akan melaporkan hasil
apa yang kita peroleh dari objek
yang kita teliti dengan menyampaikannya apa adanya.
Pelaksanaan adalah suatu langkah atau cara yang digunakan untuk merancangkan atau menjalankan suatu program yang telah disusun
untuk dilaksanakan dengan baik. Menurut “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, Desi Anwar (2005 : 261) Pengertian pelaksanaan yang dikutip dari online
www.threopodictionary.com. (15-Juli-2011) definisi
pelaksanaan (implementation) adalah perwujudan dari suatu aplikasi
atau pelaksanaan dari
suatu rencana, gagasan, model, desain, spesifikasi, standar dan algoritma Menurut Indrawan W.S. dalam “kamus lengkap bahasa Indonesia”
(2001:323), arti pelaksanaan
adalah proses cara perbuatan
melaksanakan rancangan dan keputusan serta
sebagainya
2.2 Pemasaran
Pemasaran merupakan topik yang sangat menarik untuk dibahas. Keterkaitan tersebut muncul karena dari adanya kedinamisan aspek
ini. Pemasaran
juga
merupakan salah
satu
kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan
hidupnya perusahaan,
mencoba
berkembang
dan mendapatkan laba.
Pemasaran adalah proses yang bersifat strategis dan sosial dalam menciptakan pelanggan dan menyediakan nilai yang menguntungkan serta lebih baik
untuk pelanggan dengan cara berkompetensi. Sunny T.H.
Goh dan Khoo Kheng-Hor
(2005 : 5) dalam bukunya “Marketing Wise”.Menurut WY.
Stanton dikutip dari global berbasis internet 2007 DASI
Vol. III no. 1 pemasaran adalah suatu yang meliputi seluruh sistem yang
berhubungan
dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai denga
nempromosikan dan mendistribusikan barang dan
jasa yang bisa
memuaskan kebutuhan
pembeli maupun aktual potensial. Zein Achmad
(2009
:
1)
dalam bukunya yang
berjudul “Aplikas Pemasaran dan Salesmanship” menyatakan bahwa
pemasaran
adalah suatu proses sosial dan
menajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan
produk yang bernilai dengan pihak lain.
Pengertian pemasaran menurut Kotler
“Manajemen Pemasaran”yang sudah diterjemahkan oleh alih bahasa Hendra Teguh pemasaran adalah suatu
proses social yang didalamnya
individu
dan kelompok
mendapatkan
apa yang mereka
butuhkan
dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas
mempertukarkan poduk yang bernilai dengan pihak lain. Selain itu
menurut “American Marketing Association (AMA)” yang dikutip oleh Lamb, dan Mc.Daniel (2006 :
6) dalam bukunya yang berjudul pemasaran menyatakan bahwa pemasaran adalah
suatu proses perencanaan menjalankan konsep harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan
pertukaran yang mempu memuaskan tujuan individu dan organisasi. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah
suatu prose manajemen
yang bersifat menawarkan dalam
mengenalkan, mengantisipasi,
dan memuaskan kebutuhan
konsumen dengan
cara menyediakan nilai yang menguntungkan sehingga terciptanya keuntungan perusahaan.
2.2.1
Konsep
Pemasaran
Menurut
Kotler
dan Amstrong (2004:21) dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Pemasaran” yang mengemukakan bahwa konsep
pemasaran merupakan pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta penyampaian kepuasan yang lebih efektif dan efisien dibanding pesaing.
Zein Achmad dalam bukunya “Aplikasi Pemasaran dan Salesmanship” (2009:1) konsep pemasaran juga sangat penting dalam pemasaran
karena mempunyai
konsep-konsep inti
yang saling berhubungan erat dengan
pemasaran yaitu kebutuhan (needs), keinginan (wants), permintaan (demands), produk
(barang, jasa dan gagasan), nilai, biaya dan kepuasaan, pertukaran dan transaksi, hubungan dan
jaringan,
pasar serta pemasar dan prospek.
Kemudian selain itu Mc. Daniel dalam bukunya “Pemasaran” (2001:8)
menyatakan bahwa konsep pemasaran merupakan suatu alasan keberadaan
social dan ekonomi bagi
suatu organisasi yaitu tujuannya
dengan memuaskan kebutuhan konsumen dan keinginan tersebut sesuai dengan sasaran perusahaan.
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa konsep pemasaran tidak menekankan pada promosi, tetapi menekankan pada kepuasaan
konsumen, sehingga konsep
pemasara mencari keuntungan
dengan memperhatikan kepuasan konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
2.2.2
Manajemen
Pemasaran
Dapat dikatakan bahwa
manajemen pemasaran merupakan
tindakan (Implementasi) dari
konsep pemasaran. Hal ini dapat dilihat dari semua
pendapat para ahli, dimana
rangkaian aktivitas dirancang
bagi pembeli sasaran, demikian
pula
halnya
dengan konsep pemasaran yang berfokus pada kebutuhan pelanggan.
Didalam pengertian pemasaran saat ini
terdapat unsur manajemen
karena telah mencakup kegiatan perencanaan dan pengambilan keputusan
misalnya
penentuan
harga dan lainnya.
Hal ini semua yang akan mengarahkan kegiatan pemasaran secara terpadu untuk mencapai tujuan perusahaan.
Adapun mengenai pengertian manajemen pemasaran antara lain: Menurut
kotler dalam
bukunya
“Manajemen
Pemasaran” yang sudah diterjemahkan oleh
alih
bahasa Alexander Sindoro (2004:13) adalah analisis, perencanaan, memimpin, pelaksanaan
dan pengendalian program-program yang dirancang untuk menciptakan, mengembangkan dan
mempertahankan uang yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dan maksud untuk tujuan
tertentu organisasi.
Sedangkan menurut
Zein
Achmad
(2009:
10) dalam bukunya “Aplikasi Pemasaran dan
Salesmanship” manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan
pelaksanaan pemikiran,
penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.
Manajemen pemasaran terjadi apabila
sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan
tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang dikehendakinya.
2.2.3
Bauran
Pemasaran
Pada saat perusahaan atau lembaga memutuskan untuk
membuat bauran pemasaran
yang
menyeluruh, maka
perusahaan
tersebut
telah siap untuk merencanakan bauran pemasaran. Menurut Lamb dan Mc. Daniel dalam bukunya “Pemasaran” (2001:55)
bauran
pemasaran adalah paduan strategi produk, distribusi, promosi,
dan penentuan harga yang bersifat unik yang dirancang untuk menghasilakan pertukaran
yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju. Zein Achmad dalam bukunya
“Aplikasi Pemasaran
dan Salesmanship” (2009:39) bauran pemasaran mempunyai empat (4) faktor yaitu :
produk (product), harga (price), distribusi
(place) dan promosi (promotion) yang mempunyai keterkaitan dalam pemasaran barang dan jasa.
Menurut Kotler dalam bukunya “Manajemen Pemasaran” (2005:55) bauran pemasaran adalah seperangkat alat
pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam
pasar sasaran. Kemungkinan yang banyak itu
dapat digolongkan menjadi empat (4) variabel yang dikenal sebagai 4P
yang terdiri dari produk (product), harga (price), distribusi (place) dan promosi (promotion).
1. Produk (Product)
Menurut
Kotler dalam bukunya
“Manajemen Pemasaran”
(2005 : 55) Produk adalah suatu kombinasi barang dan jasa yang
berwujud yang mencakup kualitas, rancangan, bentuk, merek, dan kemasan. Sedangkan
menurut
Lamb dan Mc. Daniel dalam bukunya
“Pemasaran”
(2001 : 414) produk adalah segala sesuatu,
baik menguntungkan maupun tidak,
yang diperoleh
seseorang melalui penilaian. di dalam produk juga terdapat lima (5) tingkatan dalam merencanakan suatu produk dan jasa yaitu :
a
Produk inti adalah suatu produk berupa barang dan jasa yang
merupakan
manfaat inti
yang
ditampilkan oleh suatu produk
kepada
konsumen
dalam memenuhi kebutuhan serta keinginannya.
b
Produk aktual adalah produk yang benar-benar ada dan dipasarkan oleh suatu perusahaan kepada konsumen dalam memenuhi kebutuhan serta keinginannya.
c
Produk tambahan adalah suatu produk tambahan yang dibuat oleh
perusahaan guna menambah tigkat penjualannya.
d
Produk harapan adalah produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya normal (layak) diharapkan dan disepakati untuik dibeli.
e
Produk pelengkap adalah produk yang dilengkapi atau ditambahi bebagai manfaat
dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasaan dan
bisa dibedakan dengan produk pesaing.
2. Harga (Price)
Pada komponen harga merupakan
komponen yang paling penting karena bertujuan untuk memberikan suatu nilai
dari sebuah produk yang dipasarkan. Didalam harga juga
setiap perusahaan harus menekankan suatu harga yang pas dengan tingkat kemampuan konsumen. Menurut
Kotler
(2005
:59) dalam
bukunya
“Manajemen
Pemasaran” Harga adalah jumlah uang
yang ditagihkan
untuk suatu produk (jasa, jumlah nilai yang dipertukarkan
konsumen).
Untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau
jasa. Adapun pemposisian yang dikehendaki adalah daftar harga, diskon, potongan, periode pembayaran dan syarat kredit.
Menurut Lamb dan Mc. Daniel dalam bukunya “Pemasaran”
(2001:56) harga adalah apa yang harus biberikan oleh pembeli
untuk mendapatkan suatu produk. Harga merupakan elemen yang paling fleksibel diantara bauran pemasaran lainnya. Oleh karena itu sebuah perusahaan dapat merubah harga jual sebuah produk yang meragukan ketetapannya dalam hubungan dengan permintaan atau
biaya,
atau karena terjadi perubahan dalam permintaan atau biaya, atau karena terjadi perubahan dalam permintaan, serta bila
saingan menambahkan harga jualnya, jadi dalam menentukan harga merupakan tugas yang
sulit, karena banyaknya faktor-faktor yang mungkin berpengaruh trehadap harga yang diterapkan.
3. Distribusi (Place)
Dalam memasarkan
suatu barang
atau jasa sebuah perusahaan
memerlukan
sebuah
tempat bagi
sarana penyaluran barang dan jasa tersebut.
Menurut Lamb dan Mc.
Daniel dalam bukunya “Pemasaran”
(2001:56) distribusi adalah semua aktivitas
yang menyangkut dengan penyimpanan barang
dan pengangkutanya dari
sejumlah bahan baku dan barang jadi tujuannya
adalah untuk memastikan bahwa
produk
tiba
dalam kondisi layak pakai pada tempat yang ditunjuk pada saat diperlukan.
Menurut Kotler dalam bukunya ”Manajemen Pemasaran”
(2005:61) distribusi (place) adalah suatu kegiatan yang dilakukan
perusahaan untuk
membuat
produk dapat diperoleh
dan tersedia bagi
pelanggan sasaran. Juga untuk pelanggan sasaran untuk membelinya. Adapun pemosisiannya yang
dikehendaki meliputi saluran, cakupan,
jenis, lokasi, persediaan, transportasi, dan logistik.
Adapun cara pemasaran melalui distribusi ada dua (2) cara :
a
Melalui tenaga penjualan, distribusi ini langsung menjual produk kepada konsumen tanpa adanya perantara.
b
Melalui agen atau broker (perantara), distribusi ini menjual produk kepada konsumen melalui perantara.
4. Promosi (Promotion)
Promosi pada dasarnya merupakan usaha
untuk
mengadakan komunikasi yang
persuasif kepada para konsumen, dimana
sebuah perusahaan berusaha
menciptakan
sebuah promosi yang benar-benar baik guna menunjang hubungan jual-beli produk. Menurut
Kotler (2005 : 55) dalam bukunya “Manajemen
Pemasaran”promosi adalah suatu aktivitas mengkomunikasikan
keunggulan produk
dan
membujuk
pelanggan sasaran untuk
membelinya. Adapun pemposisian yang dikehendaki meliputi
:
a
Periklanan adalah segala bentuk penyajian dari promosi yang berisi mengenai gagasan, barang atau
jasa
yang disebarkan melalui media cetak, internet dan lainnya.
Tujuan adanya periklanan adalah memberikan iklan yang informatif, membujuk, membandingkan
dan menguatkan.
b
Penjualan perorangan
adalah
salah
satu
bentuk kegiatan
promosi
dimana
seorang penjual bertemu da bertatap muka dengan konsumen yang
ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak pembeli atau konsumen.
c
Promosi penjualan adalah sebuah kegiatan promosi yang dimaksudkan untuk
meningkatkan arus barang atau produk dari produsen sampai ke penjual akhir.
d
Hubungan masyarakat adalah
suatu
kegiatan
promosi
dimana hubungan
masyarakat
yang
sangat
berperan aktif dalam kegiatan promosi tersebut.
2.2.4
Bauran
Pemasaran Jasa
Karena produk yang ditawarkan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) berupa non durable goods, atau digolongkan kedalam
kelompok jasa, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu pengertian dari jasa itu sendiri.
Menurut
Philip
Kotler dalam
bukunya “Manajemen
Pemasaran” (2005 : 111), jasa didefinisikan sebagai suatu tindakan yang ditawarkan satu pihak
kepada pihak
yang
lain, pada
dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan adanya suatu kepemilikan. Sedangkan menurut Lovelock, Wirtz, Keh dan lu “ Service Marketing
In Asia” (2004:9), pengertian jasa adalah “service are economic
offered by one
party to another, most commonly employing time defined performance to
bring about desired results in receipnts themselves or in objects or other asset for which purchasers have responsibility”
artinya adalah jasa adalah suatu aktivitas ekonomi yang ditawarkan
oleh satu pihak kepada pihak lainnya, yang pada umumnya menggunakan kinerja berdasarkan waktu untuk memberikan hasil
yang diinginkan kepada pelanggannya atau
objek
lainnya atau asset lain yang dimiliki oleh pembeli.
Untuk
membedakan antara jasa
dengan
produk physical goods, maka perlu diperhatikan
karakteristik
dari jasa itu sendiri. Adapun
karakteristik dari jasa itu sendiri menurut Kotler (2005:112) adalah:
1. Tidak Berwujud (Intangibility)
Jasa bebeda
dengan
produk fisik, ia dapat
dilihat, dirasa, diraba, dicium sebelum jasa tersebut
dibeli atau dikonsumsi. Untuk mengetahui
bagaimana kualitas
jasa
maka
pembeli melihat
dari aspek fisik dari perusahaan
yang berupa lokasi, peralatannya,
simbol-simbol,
serta aspek lainnya
yang dapat dilihat.
2. Tidak Terpisahkan (Inseparability)
Sifat jasa
biasanya
bersamaan
saat
dihasilkan dan dikonsumsinya, misalnya
untuk konsultasi
dan salon. Tetapi pada jasa melibatkan barang fisik hal ini
tidak berlaku.
3. Bervariasi (Variability)
Karakteristik jasa berbeda-beda tergantung pada siapa yang memberikannya,
pada siapa memberikannya,
kapan
dan dimana
jasa
diberikan.
4. Tidak Tahan Lama (Perishability)
Jasa tidak dapat
disimpan, mengingat sifatnya
yang
mudah rusak (perishability) atau lekas habis tersebut tidak
menjadi masalah apabila permintaan tetap ada. Menurut Lovelock, Wirtz, keh, dan Lu, berdasakan prosesnya ada empat (4) dimensi dalam jasa, yaitu :
a.
People Processing
Jasa yang diberikan diarahkan kepada tubuh seseorang. yaitu contohnya salon, fitness centre dan jasa pemakaman.
b.
Possessions Processing
Yaitu jasa yang diberikan
kepada kepemilikan
fisik (physical
possessions)
dari seseorang. Contohnya
yaitu perbaikan rumah, binatu dan pembuangan
sampah.
c.
Mental Stimulos Processing
Yaitu jasa yang diberikan
kepada pemikira seseorang (people’s mind). Contohnya adalah jasa periklanan, pendidikan
dan konser musik.
d.
Information Processing
Yaitu jasa
yang
diberikan kepada asset
tak berwujud
pelanggan. Contohnya yaitu bank, asuransi, penelitian dsb.
Berdasarkan dari pengertian diatas tentang kategori dari
jasa, maka perusahaan dalam penulisan
ini dapat dikategorikan perusahaan yang memberikan jasa kepada kepemilikan fisik berupa pengirman barang atau paket.
Dalam bauran pemasaran jasa
terdapat empat komponen tambahan dari yang sudah kita kenal dengan nama 4P,
tetapi didalam bauran pemasaran
jasa ditambah menjadi tiga (3) komponen yang menjadi 7P. Kotler dalam
bukunya “Manajemen Pemasaran” (2005 :
116)
adapun komponen tambahan tersebut adalah :
1. People (Orang)
Jasa tergantung pada interaksi perorangan dan langsung
antara konsumen dengan anggota perusahaan, interaksi ini sangat kuat mempengaruhi persepsi konsumen tentang kualitas jasa. Contohnya karyawan (dan kadang-kadang pelanggan lain) yang terlibat dalam proses produksi jasa.
2. Process (proses)
Yaitu metode
pengoperasian atau serangkaian tindakan tetentu yang umumnya
berupa
langkah-langkah yang diperlukan dalam suatu
urutan yang telah ditetapkan.
Penyerahan jasa
yang
menjadi
bagian dari
siste
jasa keseluruhan dimana
terjadi
perkaitan
akhir
elemen-elemen
ini dan produknya
diserahkan kepada pelanggan,
hal ini mencakup elemen-elemen
yang
tampak dalam
pengoperasian
jasa
tersebut.
3. Physical Need Evidence
Untuk memberikan dampak
kesan
yang
mendalam kepada konsumen, bukti
berwujud kualitas
jasa perusahaan perlu untuk ditampilkan
seperti
gedung, taman, kendaraan, peralatan,
anggota dan
logo perusahaan. bauran ini sering
digunaka untuk menyampaikan simbol yang bermakna yang dapat dihubungkan dengan perusahaan.
2.3.
Tinjauan
Pelaksanaan Bauran Pemasaran Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos
Jakarta Timur
2.3.1 Product (Produk)
Produk yang ditawarkan oleh
PT.
Pos Indonesia (Persero)
Jakarta Timur pada
divisi Paket Pos
adalah
paket
pengiriman
dalam negeri dan luar
negeri, yaitu :
1. Dalam Negeri : Yaitu pengiriman paket yang dilakukan khusus pada
daerah-daerah
dalam negeri. Adapun jenis Produknya adalah :
a.
Paket Biasa (Reguler)
Kiriman paket barang yang di pos-kan melalui layanan
pos Indonesia (Persero) dalam waktu tempo tertentu.
Biasanya
ditempuh
dalam
waktu 4-18 hari luar
kota.
b. Paket Kilat
Kiriman paket barang yang di pos-kan
melalui layanan pos Indonesia (Persero) dalam waktu tempo tertentu. Biasanya ditempuh dalam waktu 1- 4
hari luar kota.
2. Luar Negeri : Yaitu
pengiriman
paket
yang dilakukan khusus pada daerah-daerah luar
negeri. Adapun jenis
Produknya adalah :
a.
Paket Biasa (Reguler)
Kiriman paket barang yang di pos-kan melalui layanan pos Indonesia (Persero) dalam waktu tempo tertentu.
Biasanya ditempuh dalam waktu 1-2 bulan luar kota.
b. Paket Kilat (Express Mail Service)
Kiriman paket barang yang di pos-kan melalui layanan
pos Indonesia (Persero) dalam waktu tempo tertentu. Biasanya
ditempuh dalam waktu
2-3 hari luar kota
2.3.2. Price (Harga)
Harga adalah
sejumlah
uang yang dibutuhkan
untuk
mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk beserta pelayanannya.
Harga juga
ditentukan dari jenis,
ukuran,
dan lain-lain yang
berkaitan
dengan
fisik barang. Kebijakan harga
yang digunakan oleh
PT.
Pos Indonesia (Persero)
Divisi
Paket Pos Jakarta Timur disesuaikan dengan harga yang
telah ditetapkan
kantor
pos pusat. Yaitu
dengan value pricing, penetapan
tariff paket pos didasarkan
pada
jenis
paket yang dipilih
pelanggan, jumlah
berat
dan tujuan pengiriman.
2.3.3. Place (Distribusi)
Untuk jalur pendistribusian
PT.
Pos Indonesia
(persero) Divisi Paket Pos
Jakarta Timur
menggunakan beberapa kendaraan yang masing-masing telah ditetapkan
oleh
perusahaan adapun
pendistribusiannya
yang
dilakukan antara lain:
1. Dalam Negeri
Pendistribusian paket
pos
dalam
negeri menggunakan jalur darat yaitu dengan kendaraan bermotor, mobil
box yang selalu ada setiap hari.
2. Luar Negeri
Pendistribusian paket pos luar
negeri menggunakan jalur udara dan laut,
biasanya pengiriman paket menggunakan
paket biasa tujuan luar negeri menggunakan jalur laut. Sedangkan pengiriman paket menggunakan paket
E.M.S menggunakan jalur udara yang proses pengiriman lebih cepat.
PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos
Jakarta Timur juga memiliki
jaringan baik berupa
fisik maupun elektronik yang paling luas dan
terpadu diantara penyedia layanan sejenis di Indonesia . saat ini khusus untuk wilayah Jakarta
Timur PT. Pos Indonesia
telah memiliki jaringan
berupa 1 kantor pemeriksa,
43 kantor cabang, 9 pos keliling kota, 8 mobil antaran untuk dalam kota, 2 armada paket pos berupa truk box, dan 1 kendaraan point to point
untuk menjemput barang dari
konsumen. Selain itu
juga
saluran disitribusi yang berbasis
elektronik
melalui
medium jaringan
internet
yang bisa diakses melalui www.pos Indonesia.go.id.
2.3.4. Promotion (Promosi)
Promosi
adalah
cara
yang
digunakan oleh
sebuah organisasi
maupun
perusahaan untuk
memperoleh laba atau keuntungan.
Dengan
adanya arus
informasi yang cepat dan terbuka telah memungkinkan konsumen
mendapatkan informasi mengenai produk
yang terbaik dan termurah,
sehingga
konsumen
dapat
memilih
perusahaan
jasa yang memenuhi keinginan
atau harapan konsumen. Keadaan
ini membuat
PT.
Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur
untuk melakukan promosi secara gencar
dengan maksud agar
konsumen dapat lebih mengetahui
informasi tentang keunggulan produk yang ditawarkan. Adapun promosi yang dilakukan adalah :
1. Personal Selling
PT. Pos
Indonesia (Persero)
Divisi Paket Pos
Jakarta Timur dalam
mempromosikan produk-produknya dengan menggunakan personal selling yaitu dengan melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang telah bekerjasama
dengan PT. Pos Indonesia
(persero) Jakarta Timur dalam hal
pengiriman paket,
baik pelanggan
lama
atau pelanggan baru. Biasanya bagian pemasaran
yang ada di PT. Indonesia (Persero)
Divisi Paket Pos Jakarta Timur yang
langsung melakukan promosi ini.
2.
Advertising /
Periklanan
PT. Pos Indonesia (Persero)
Divisi Paket
Pos Jakarta
Timur juga dalam
mempromosikan produk-produknya dengan menggunakan promosi periklanan yaitu dengan media visual antara lain :
a. Brosur
Bagian pemasaran PT.
Pos
Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur, biasanya membagikan brosur setiap
dua minggu sekali
kepada konsumen
yang berada disekitar kantor pos.
b. Internet
Adapun promosi yang dilakukan melalui internet PT. Pos Indonesia (Persero) Jakarta Timur menawarkan
produk-produknya
yang
dapat diakses
langsung melalui website www.pos indonesia.go.id.
3. Direct Marketing /Telemarketing
PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi
Paket Pos Jakarta
Timur melakukan kegiatan pomosi dengan
cara telemarketing yaitu Promos yang
dilakukan dengan menggunakan fasilitas pesawat
telepon
dan bantuan data
perusahaan yang
sudah tersedia lengkap dengan alamatnya dan nomor telepon yang sebelumnya seorang telemarketing PT.Pos Indonesia
(Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur akan mempersiapkan data perusahaan yang akan diubungi dan
menyiapkan agenda untuk mencatat informasi yang diperoleh dari hasil penawarannya dan jika
mencapai kata
sepakat maka mereka akan meminta
jadwal untuk
presentasi dari
calon pelanggan
2.4.
Kendala
yang Dihadapi oleh Divisi Paket Pos dalam Pelaksanaan Bauran Pemasaran
Dalam menjalankan suatu
rencana pemasaran, terkadang suatu perusahaan
dihadapkan pada
kendala atau masalah yang timbul yang dapat menghambat kegiatan dan perkembangan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu penulis akan menerangkan adanya kendala-kendala yang dihadapi oleh PT. Pos Indonesia (Persero) dalam pelaksanaan bauran pemasarannya. Antara lain adalah :
1. Product (Produk)
Penerapan produk PT. Pos Indonesia
(Persero) Divisi Paket
Pos Jakarta
Timur mengalami kendala
yaitu
dalam
ketentuan maksimal berat pengiriman paket yang masih sangat kurang. Misalnya dalam pengiriman paket dalam negeri ketentuan maksimal berat 30 Kg dan pengiriman paket luar negeri maksimal 30 Kg,
hal ini
membuat konsumen lebih memilih jasa pengiriman
paket yang lain, yang memberikan ketentuan maksimal berat pengiriman paket yang
lebih besar dibanding ketentuan
maksimal berat pada
PT.
Pos Indonesia (Persero)
Divisi Paket Pos Jakarta Timur.
2. Price (Harga)
Dalam pemberian harga PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur memberikan harga yang kurang kompetitif . Sehingga konsumen mudah berpindah menggunakan
jasa pengiriman paket yang lain. Tentu saja yang memberikan harga yang lebih
murah dan kompetitif dibanding harga yang diberikan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur.
3. Place (Distribusi)
Dalam
pendistribusiannya PT. Pos
Indonesia
(Persero)
Divisi Paket Pos Jakarta Timur mempunyai kendala yaitu sering terjadi
keterlambatan
pengiriman
paket karena
adanya
keterlambatan
dari armada
transportasi yang
digunakan
baik berupa jalur udara, laut
dan darat. Dan masih kurangnya armada transportasi
yang dimiliki oleh PT. Pos Indonesia
(Persero) Jakarta
Timur. Serta sering terjadi kerusakan barang saat pengiriman paket barang ke tempat yang dituju dikarenakan kecerobohan bagian ekspedisi atau bagian pengiriman paket yang kurang hati-hati
membawa paket pengiriman barang.
4. Promotion (Promosi)
Dalam menjalankan
promosinya
PT. Pos
Indonesia (Persero)
Divisi Paket Pos Jakarta Timur
mempunyai kendala yaitu karena kegiatan promosi yang masih sangat kurang dilakukan oleh PT. Pos
Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos
Jakarta Timur, dikarenakan
kurangnya
peranan Divisi Paket
Pos dalam menjalankan kegiatan promosi ke masyarakat. Sehingga ada beberapa masyarakat yang masih belum mengetahui jasa yang ditawarkan
oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur.
2.5. Solusi yang Dilakukan Divisi Paket Pos
Terhadap Kendala yang Terjadi
Keberadaan
suatu kendala
tidak
lepas
dari adanya
suatu solusi
atau jalan keluar.
Dimana
solusi berguna sebagai kontrol dari masalah yang dihadapi oleh suatu perusahaan. Oleh karena itu penulis mempunyai solusi dari kendala yang
dihadapi oleh PT. Pos Indonesia (Persero) divisi paket pos yaitu :
1.
Product (Produk)
Dalam masalah produk dimana kendala yang dihadapi adalah adanya ketentuan berat maksimal
yang masih sangat kurang. PT. Pos Indonesia (Persero)
Divisi
Paket Pos
Jakarta Timur harus menambah ketentuan berat
maksimal menjadi lebih besar agar konsumen lebih tertarik lagi menggunakan jasa pengiriman
paket PT. Pos Indonesia (Persero) Jakarta Timur.
2.
Price (Harga)
Dalam masalah harga PT. Pos
Indonesia
(Persero) Divisi Paket Pos Jakarta
Timur harus memberikan harga yang
kompetitif
dan memberikan
special harga bagi
konsumen yang
menggunakan jasa pengiriman PT. Pos Indonesia (Persero). Ini dibuat dengan
tujuan agar semua calon konsumen lebih puas lagi dalam memakai jasa pengiriman.
3. Place (Distribusi)
Dalam masalah pendistribusian
PT. Pos
Indonesia (Persero) Divisi Paket
Pos Jakarta Timur
harus bekerja sama dengan pihak yang
terkait dalam
transportasi pengiriman
paket
yaitu dari
pihak
transportasi penerbangan
(udara) maupun pihak
darat dan kapal laut
dan menambah armada transportasi yang digunakan dalam pengiriman paket agar
waktu pengiriman
paket lebih on
time atau tepat waktu sehingga pelanggan dapat puas terhadap pendistribusian yang dilakukan oleh PT.
Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur. Jika dalam masalah pengiriman paket yang rusak dikarenakan
bagian ekspedisi atau bagian pengiriman barang maka bagian ekspedisi atau bagian pengiriman
barang harus lebih berhati- hati membawa paket pengiriman barang agar paket pengiriman barang tidak ada yang rusak lagi.
4.
Promotion (Promosi)
Dalam masalah
ini
PT.
Pos
Indonesia
(Perero)
Divisi Paket Pos Jakarta
Timur harus
seger menambah kegiatan promosinya semua karyawan PT.Pos
Indonesia harus lebih
berperan aktif khusunya karyawan
divisi
paket pos dalam mempromosikan produk yang ditawarkan
oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos
Jakarta Timur kepada masyarakat agar semua masyarakat mengetahui jasa yang ditawarkan oleh PT.
Pos Indonesia (Persero) Divisi Paket Pos Jakarta Timur dan mau menggunakan jasa yang ditawarkan.
BAB
III
KESIMPULAN
Berdasarkan pada seluruh kegiatan observasi yang dilakukan oleh penulis
mengenai Tinjauan Pelaksanaan Bauran Pemasaran pada
PT. Pos Indonesia
(Persero) Divisi Paket Pos Jakarta
Timur
dan berdasarkan pada hasil
pembahasan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Produk
Produk yang ditawarkan oleh PT.
Pos
Indonesia (Persero) divisi paket pos Jakarta Timur adalah produk paket dalam
negeri yang meliputi paket biasa dan paket kilat. dan produk paket luar negeri yang meliputi peket biasa dan paket kilat E.M.S. (Express Mail Service). Adapun kendala
yang
dihadapi dalam penetapan
maksimal
berat
pengiriman
paket yang masih sangat
kurang besar. Solusi yang diberikan PT. Pos Indonesia (Persero) harus
menambah maksimal berat pengiriman paket.
b. Harga
Harga yang diterapkan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) divisi
paket pos
Jakarta Timur dalam produknya adalah sesuai dengan
paket yang
dipilih, berat, dan tujuannya (value pricing),tetapi mempunyai kendala yaitu
harga yang diberikan kurang kompetitif
dan tidak adanya potongan harga yang diberikan oleh PT. Pos Indonesia (Persero). Adapun solusi yang
diberikan dengan memberikan harga yang kompetitif dan potongan harga.
c. Distribusi
Adapun pendistribusian yang dilakukan PT.
Pos
Indonesia (Persero)
divisi
paket
pos Jakarta
Timur melalui pengiriman berupa delivery center yaitu dengan menggunakan tarnsportasi udara, darat maupun laut seseuai dengan
tujuan yang
dipilih. tetapi mempunyai kendala yaitu pengiriman paket sering terjadi keterlambatan dan barang sering ada yang rusak. Adapun solusi
harus bekerja sama dengan pihak yang terkait baik jasa transportasi yang digunakan maupun petugas
pos yang terkait agar masalah pengiriman paket tidak terlambat dan tidak rusak.
d. Promosi
Promosi yang dilakukan oleh PT.
Pos Indonesia (Persero) divisi
paket pos
Jakarta timur melalui personal selling, advertising dan telemarketing. tetapi
mempunyai kendala promosi yaitu promosi
yang diterapkan
masih sangat kurang dan kurangnya peranan
karyawan divisi paket pos dalam mempromosikan
produk yang ditawarkan Adapun solusi menambah kegiatan promosi menjadi lebih banyak lagi dan semua karyawan PT. Pos Indonesia (Persero) harus
lebih aktif
lagi memberi peranan
dalam
menjalankan kegiatan promosi yang dilakukan.
DAFTAR
PUSTAKA
Achmad, Zein ,
Aplikasi Pemasaran dan Salesmanship, Edisi ke 3, Mitra
Wacana Media, Jakarta, 2009
Anwar, Desi, Kamus Lengkap Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke 3, Amelia Komputindo, Surabaya, 2005
Goh.T.H, Sunny, Hor-Kheng Khoo, Marketing Wise, Buana Ilmu Populer, Jakarta, 2005
Kothler, Philip,
Manajemen
Pemasaran
: Analisis,
Perencanaan,
Implementasi dan Kontrol,
Prenticehall, Jakarta, 2005
Kohtler, Philip, Marketing Management, Edition 11, New Jersey, Practice Hall, 2003
Kohtler, Philip,
Amstrong, “Dasar-dasar
Pemasaran”,
Analisis,
Perencanaan dan Kontrol,
Prenticehall, Jakarta, 2004
Lamb, Jr,
Charles W,
Joseph
F. Hair, Jr, Carl McDaniel, Pemasaran 1, Edisi ke 1, Salemba Empat, Jakarta, 2001
Lamb, Jr,
Charles W,
Joseph
F. Hair, Jr, Carl McDaniel, Pemasaran 2, Edisi ke 1, Salemba Empat, Jakarta, 2001
Lovelock,
C., Wirtz, J.,Hean, T.k.,
& xiongwen.L, Service Marketing
In Asia, Prentice Hall, Singapura, 2004
Sumber-sumber Lain
Komentar
Posting Komentar